xSeksi

Layanan Berbagi Konten Dewasa yang di Kemas dalam bentuk teks, gambar dan video xxx Seksi

Cerita Dewasa – Hasrat Yang Tertahan

Your Ad Here

Cerita Dewasa - Hasrat Yang Tertahan
Cerita Dewasa – Hasrat Yang Tertahan
Cerita Dewasa 2013 – Cerita Seks Terbaru – Cerita Mesum – Cerita Porno – Foto Telanjang – Gambar Bugil Terbaru

“Ledeng! ledeng! Seorang calo angkutan kota yang dekil begitu agresif memburu calon penumpang. Aku setengah berlari menuju angkot jurusan Abd. Muis – Ledeng yang biasa lewat depan Yogya Dept. Store jalan Sunda Bandung. Moga-moga kebagian aja nih, karena kulihat penumpang berebutan. Aku lihat beberapa cewek cakep ikut berdesakan di pintu yang cukup sempit. Hup! akhirnya aku kebagian tempat duduk paling ujung.
Sialan! Umpatku. Biasanya penumpang yang duluan masuk memilih duduk sedekat mungkin ke pintu yang terletak di bagian sisi depan, dan mereka enggan menggeser duduknya ke arah ujung dalam karena nanti susah untuk mencapai pintu keluar. (Posisi duduk penumpang berhadapan, dan kondisi ini terjadi bila muatan penuh). Ah biarlah! Yang penting keangkut! mana aku ada ujian Sosiologi jam delapan pagi, moga-moga aja ngak telat!

Selagi aku asyik berfikir sendiri aku baru sadar di sebelah gua adalah seorang cewek cantik. Seluruh perhatianku langsung tersita olehnya. Rambutnya lurus panjang. Mengenakan kaos ketat warna kuning. Bawahannya celana jeans ketat warna hitam. Kakinya lumayan panjang. Seksi banget deh pokoknya. Darahku langsung berdesir. Ngeliat posturnya yang seperti itu, pasti anaknya tinggi dan langsing. Aku mengira-ngira karena ia dalam posisi duduk. Secara diam-diam aku menyapu pandangan dari rambut, leher, tengkuk, hingga dadanya yang agak kecil. Aku langsung pepetkan bodyku ke bodynya yang seksi itu. Hmmm, harum dan seger banget. Doi baru mandi. Sesaat rambutnya tergerai jatuh ke lenganku. Yang paling bikin jantungku berdegup adalah kulit lengannya yang mulus banget. Lengan kaosnya sangat pendek sehingga aku bisa mengintip keteknya serta sedikit bra berwarna putih. Tali branya begitu jelas tercetak di balik kaos ketatnya yang tipis sehingga aku dapat melihat bayangan tali bra serta kulit punggungnya. Kulihat jelas pori-pori kulit tengkuk dan lehernya saat ia menyibakkan rambutnya yang wangi.

Jalanan macet banget, terutama di jalan Purnawarman. Beberapa penumpang turun dan naik. Aku nggak peduli lagi telat ujian, yang penting aku bisa berlama-lama di sebelah cewek seksi ini. Aku harap-harap cemas kagak pengen doi turun. Aku dapat menebak cewek ini pasti kuliahan. Aku udah prepare kalo doi ngak turun di UNPAS, pasti ia akan turun di Cipaganti. Di situ ada jalan tembus menuju STBA. Kalo ngak turun di situ, ia pasti anak ENHAI (perhotelan). Apa boleh buat gua cuma bisa nebak-nebak karena aku nggak punya nyali untuk negur ngajak kenalan. Apalagi kendaraan lagi Full-house. Tepat di depan gua ada nyokap-nyokap lagi ngantuk. Sebelahnya lagi ada mahasiswa kayak gua. Agaknya ia curi-curi pandang pula sama cewek di sebelah gua ini. Trus di sananya lagi deket pintu ada anak-anak SMA lagi ngerumpi dengan dua temennya yang duduk tepat di belakang korsi supir. Setelah membaca situasi ini, nggak mungkinlah gua melakukan move. Tengsin berat. Belum lagi kalo dijudesin. Jadi aku memutuskan untuk melakukan “silent-movement”.

Mobil lama banget terhenti di lampu merah jalan Merdeka. Tiba-tiba dia mengeluarkan buku dari tas kulit yang dari tadi didekapnya dengan mesra. Gua merhatiin gerakannya yang seksi. Saat bergerak, kulit lengannya bergesekan dengan kulit lengan gue (gua juga mengenakan kaos lengan pendek). Aku seperti merasakan aliran listrik yang membuat juniorku berdiri tegak mengeras tapi kejepit posisiku yang duduk rapat. Dibukanya buku catatan itu. Aku mencuri lihat catatan tersebut. Gua nggak ngerti itu matakuliah apa, tapi berbau-bau manajemen something. Rangsangan yang dihasilkan oleh gesekan kulit lengan itu membuatku ketagihan. Tiba-tiba aku tak dapat menahan keinginan untuk meraba kulit lengannya dengan jemariku. Aku mencari akal untuk bisa melakukan itu. Aku peluk ranselku dan kuatur agar ujung tangan kiriku menyentuh kulit lengannya yang mulus itu dan gatcha! Aku tahan posisi itu dan kunikmati beberapa saat. Doi nampaknya ngak terganggu dengan posisi tanganku tersebut. Ia tetap asyik membaca. Ada dua kemungkinan, dia nggak sadar, atau menikmati persentuhan kulit ini. Aku mencoba untuk menggerakkan jemariku mengelus-elus kulitnya ke atas dan ke bawah. Ia terlihat bereaksi atas move ku. Dia menjauhkan lengannya dari jemariku. Dengan spontan kutarik jemariku karena takut terlihat orang di depan. Aku langsung berfikir untuk tidak meneruskan aktivitasku. Tapi sesaat kemudian ia merubah kembali posisi tangannya seperti semula hingga lengannya nempel lagi. Yes! Rupanya dia juga menikmati sensasi sentuhan. Aku tambah yakin saat 2 penumpang di sebelahnya pada turun. Hingga tempat duduk yang sejajar dengan kita kosong. Ia sama sekali tidak menggeser posisi duduknya menjauhiku walaupun banyak space.

Aku semakin berani untuk mengelus-elus lagi lengannya dari atas bahu sampai pangkal lengan dengan hati-hati dan selembut mungkin, dan tentu saja berusaha untuk tidak ketahuan. Aku tak perlu khawatir karena ibu-ibu di depanku nampak seperti tertidur.
Eh, ternyata ia diam saja tak menghindari elusan tanganku samasekali. Aku semakin berdebar dan terasa jemariku agak gemeteran. Tapi selama aktivitas rabaan ini berlangsung kita sama sekali tidak saling menatap. Ia melihat kearah kabin pengemudi, Diam seribu bahasa. Jadi aku hanya dapat melihat wajahnya dari samping, itupun tertutup rambut. Aku mengerti ia pasti malu dan jengah. Bibirkupun seperti terkunci. Aku tak berniat sama sekali untuk melakukan kontak secara verbal.

Angkot kini melewati kampus UNPAS dan ternyata Doi ngak turun. Syukurlah, gumamku dalam hati. Ngeliat dia nggak bereaksi apa-apa, bibirnya terkatup rapat. Tubuhnya tampak tidak bergeser se incipun. Akupun makin merapatkan tubuhku. Berahiku yang udah sampai ubun-ubun tak kuasa untuk menahan keinginan untuk menyentuh toketnya yang mengintip di antara ketek dan lengannya. Aku mencoba menyusupkan jariku lebih jauh di antara celah itu. Sedikit… sedikit… sedikit.. aha!!! Akhirnya kurasakan sesuatu yang kenyal. Kutahan tanganku sebentar di posisi itu untuk melihat reaksi cewek itu. Di luar dugaanku ia melonggarkan posisi lengannya agak ke atas seolah memberi akses bagiku agar tanganku leluasa menerobos di antara keteknya. Kupastikan sekali lagi bahwa tanganku dalam posisi yang tak terlihat dari depan. Kugeserkan ranselku dengan tangan kanan sementara tangan kiriku menyilang ke arah dalam. Jemari kiriku sudah sepenuhnya mendarat di area bukit yang sebelah kiri. Setengah tegang dan gemetar aku mulai meremas-remas toketnya yang berukuran nggak terlalu besar namun sangat kenyal. Cewek itu membetulkan posisi duduknya serta menyibakan rambutnya agar tanganku yang sudah hinggap di toketnya tertutup ujung rambutnya yang cukup tebal. Punggungnya seperti setengah bersandar ke bahuku. Suhu tubuhku udah sangat panas.

Aku ngak habis fikir bisa sebegini nekat. Aku benar-benar menikmatinya, terutama karena melakukannya secara sembunyi-sembunyi di antara orang banyak. Mereka ngak ada yang sadar dengan apa yang sedang kita lakukan. Sudah gitu aku ngak kenal cewek cantik ini. Benar-benar stranger. Ia diam saja saat aku semakin gencar bergerilya. Kedua kakinya yang jenjang ditutup rapat-rapat. Ia mendekap tas kulitnya erat-erat seperti sedang merasakan sesuatu yang tertahan. Sungguh seksi banget. Akupun menempelkan pahaku ke pahanya sambil menekan kuat-kuat ranselku ke arah juniorku yang sudah sangat tegang. Aku dapat merasakan putting susunya walaupun tersembunyi dibalik kain T-shirt serta Bra-nya. Bra-nya kayaknya ngak terlalu tebal. Dan tanpa busa pengganjal. Cewek itu mendesah konak.

Aktifitas ini berlangsung kira-kira 20 menit sampai kurasakan ada cairan hangat di celana dalamku. Tiba-tiba ia mendongakan kepalanya sambil berteriak, “Kiri…. kiri bang!” Shit! Kulihat ini jalan Setiabudi. Rupanya ia sudah tiba di tujuan, Tepat di depan kampus “ENHAI”. Kuperhatikan saat ia turun. Pantatnya yang cukup montok. Begitu jelas tercetak dibungkus jins scretch. Aku melihat kulit punggungnya karena ujung kaosnya sangat pendek. Fpuihhh, seksinya. Minta ampun! Aku pusing banget.
Ia turun dengan agak tertatih kemudian buru-buru membayar ongkos. Meninggalkanku dalam keadaan konak yang tertahan. Fikiranku sangat kacau akibat spaneng. Ingin banget aku ikut turun dan mengejarnya, tapi seluruh badanku seperti terpatok di atas jok, tak mau bergerak sampai akhirnya angkot melaju kembali. Di jendela aku melihat ia berjalan hendak menyeberang. Ia menoleh singkat kearahku sambil tersenyum manis.
Sesaat kuperhatikan toketnya yang tadi selama 20 menit aku remas-remas, sampai akhirnya si tinggi seksi itu menghilang dari pandangan. Aku menggigil sambil menjerit dalam hati. Ooh gadis cantik, siapa gerangan namamu? Aku ingin ngentot sama kamu, tuntaskan hasrat yang terpotong.


Tamat


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
Random Posts :

Comments are closed.

44 queries 0.377 seconds
Protected by xSeksi