xSeksi

Layanan Berbagi Konten Dewasa yang di Kemas dalam bentuk teks, gambar dan video xxx Seksi

Cerita Seks Terbaru 2013 – Ngentot Tante Kost yang Seksi dan Hot

Your Ad Here

Cerita Seks Terbaru 2013 - Ngentot Tante Kost yang Seksi dan Hot
Cerita Seks Terbaru 2013 – Ngentot Tante Kost yang Seksi dan Hot
Cerita Dewasa – Cerita Seks – Cerita Mesum – Cerita Porno – Foto Telanjang – Gambar Bugil 

ABGSeksi.com | Tiaraku.com | BukaDikit.com
Cerita Dewasa kali ini bermula ketika gue pertama kali kost di Bandung, diantar oleh teman gue akhirnya gue menemukan tempat kost yang cocok dengan selera gue tempatnya bagus bersih dan nyaman banget bagi gue. Aslinya rumah itu bukan tempat kostan, cuma karena ada kamar kosong di lantai 2 maka kamar itu disewakan, memang mujur banget gue ngedapatin itu tempat kost karena rumah itu sangat besar, rapi dan sangat bersih dan yang paling penting memiliki pintu masuk ke kamar gue yang terpisah melewati garasi, sehingga kalau gue keluyuran trus pulang malam gue ga usah ngebangunin si yang punya kost an!hehehe..maklum gw anak muda yang masih seneng keluar malam pulang pagi!

Di tempat gue tinggal sementara ini hanya ada seorang perempuan setengah baya yang bertugas mengurusi rumah yang bernama mbok inem, umurnya kira 36 tahun dengan perawakan mungil dan kulit sawo matang. Dari mbok inem itulah akhirnya gue tau bahwa pemilik rumah itu adalah Bu Merry, ibu muda yang baru setahun menikah dan bekerja sebagai seorang dokter di rumah sakit, sedangkan suami Bu Merry ini adalah pengusaha farmasi di Jakarta, yang seminggu sekali pulang ke Bandung. Sebenarnya gue ga begitu peduli dengan siapa dan bagaimana kehidupan pemilik rumah itu, yang penting gue bisa tinggal di tempat yang cocok dengan keinginan gue tapi ternyata di cerita sex kali ini ehhh gw malah kecantol jatuh cinta dan bisa ngentot ama ni tente kost Seksi dan Hot.

Cukup mahal juga sih sewa sebulannya, tapi dengan fasilitas yang gue dapatkan harga tersebut tidak jadi masalah, karena ortu gue menginginkan agar gue bisa nyaman dan betah sehingga lebih konsentrasi lagi dalam belajar. Tiap pagi mbok inem menyediakan sarapan pagi, ketika gue berangkat ke kampus mbok inem pun membersihkan kamar dan mencuci pakaian kotor yang gue taro di tempat yang disediakan.

Tak terasa sudah seminggu gue tinggal, tapi selama itu pula gue belum ketemu dengan pemilik rumah, dan pada malam Sabtu-nya gue mendengar mbok inem membukakan pintu garasi dan masuklah sebuah mobil sedan berwarna hitam, dan suara seorang perempuan yang ngobrol dengan mbok inem yang ternyata itu adalah suara ibu kost gue . Samar-samar gue mendengar dia bertanya ke mbok inem menanyakan siapa nama gue .

Oh..jadi yang kost dikamar atas itu namanya Ahmad, terdengar suara Bu Merry dengan logat sundanya yang kental.
Dah lapor belum ke RT ? Sekalian aja ntar besok pagi mintain KTP-nya, biar tidak kesalahan sama pengurus RT,tambahnya.
Muhun bu.. sahut mbok inem.

Pagi hari seperti biasanya gue turun ke kamar mandi yang berada di bawah tangga, terdengar suara gemercik air dan suara perempuan yang sedang mandi sambil bersenandung, semula gue mengira suara itu suara mbok inem yang sedang mandi, takseperti biasanya karena setiap gue bangun mbok inem masih ke pasar atau sibuk di dapur menyiapkan buat sarapan pagi gue .

Dan yang membuat gue tercengang ternyata pintu kamar mandi itu tidak ditutup, seakan dibiarkan terbuka. gue berjalan menuju ke arah dapur untuk mengambil air putih, pas melewati kamar mandi secara reflek mata gue melirik ke dalam kamar mandi. Seketika itu pula kaki gue terasa tertancap kelantai. Karena secara jelas mata gue menangkap sesosok tubuh yang tidak terbungkus sehelai benang pun. Makin terpana mata ini seakan tak mau berkedip menyaksikan kulit putih mulus dengan body yang aduhai. Dengan posisi membelakangi gue dapat melihat ternyata orang yang bertubuh seksi tersebut adalah Bu Merry, ibu kost gue yang semalam baru gue dengar suaranya.

Darah gue berdesir dan jantung berdegup kencang ketika menyaksikan kemolekan tubuh ibu kost, tangannya yang lentik mengusapkan spon keseluruh kulit yang putih mulus, dengan kaki kiri yang di angkat bertumpu ke bathtub spon disapukan dari ujung kaki kiri menuju ke betis naik ke paha dan kebagian pangkal paha. Dibagian itu cukup lama pula spon itu di gosok-gosokannya, senandung lirih yang keluar dari mulut ibu kost perlahan berganti dengan suara desahan seperti orang kepedesan.

Makin lama spon itu dimainkan dibagian selangkangan makin bergetar pula tubuh seksi itu diiringi dengan liukan pantat yang mengkel seperti semangka, pinggul yang menyerupai biola spanyol bergerak meliuk-liuk seperti penari perut ala timur tengah. Kemudian tangan kirinya merayap kebagian dada sebelah kanan. Tampak jelas tangan itu meremas-remas payudaranya, sementara tangan kanannya masih tetap sibuk menggosok-gosok bagian selangkangannya.

Makin lama gerakan itu makin liar diserta desahan-desahan merdu seperti orang yang meracu keluar dari mulutnya. Tanpa gue sadari celana pendek yang gue pake terasa sempit bagian depannya, rupanya si otong yang dari tadi tertidur sudah bangun tegak mengacung
menyaksikan pemandangan pagi yang teramat indah.

Di dalam kamar mandi Bu Merry masih sibuk dengan kegiatan mengosok-gosok selangkangan dan tangan yang satunya sibuk meremas-remas payudaranya, wajahnya tengadah. Rambut hitam yang tadinya digulung sekarang nampak terurai sampai diatas pinggulnya. Makin mempesona saja sosok tubuh itu, kulit punggungnya yang putih mulus sekarang tertutup oleh rambutnya yang hitam dan lebat, sayangnya gue hanya bisa menyaksikan tubuh indah itu dari belakangnya saja, jadi gue tidak bisa menyaksikan ekspresi wajahnya. Namun meski demikian darah gue makin berdesir dan jantung semakin berdegup kencang sementera itu si otong makin tegang dan keras, seakan-akan menunjuk kearah tubuh yang seksi itu.

Tiba-tiba gue tersadar, kalau secara tiba-tiba tubuh itu berbalik kearah gue , pasti dia akan terkejut karena ada orang yang secara diam-diam menyaksikan tubuh telanjangnya. Sebelum hal itu terjadi dengan langkah yang mengendap-endap gue kembali menaiki anak tangga menuju kamar gue . Tinggal satu anak tangga lagi yang langsung berbelok ke arah kamar gue , tiba-tiba gue mendengar lenguhan lirih yang panjang yang keluar dari kamar mandi. Cukup jelas terdengar, rupanya ibu kost gue dah mencapai klimaks kenikmatannya meski dengan selft service. Dan tak lama kemudian terdengar guyuran air seperti layaknya orang mandi, dan tak lama pula terdengar langkah kaki yang menuju ke arah kamar depan, kamar ibu kost gue .

Agak tergesa-gesa juga gue berpakaian karena hari ini ada jam kuliah pagi, sementara saat itu sudah jam setengah delapan berarti gue hanya punya waktu kurang dari 30 menit untuk menuju kampus gue . Setengah berlari gue turun melewati ruang tengah, saking terburu-burunya gue tidak memperhatikan anak tangga yang basah bekas tadi gue lewati selepas mandi. Rupanya hal tersebut yang membuat anak tangga jadi licin, hingga kaki gue tergelincir dan gue terjatuh membentur tiang dan menimbulkan suara yang berisik.

Terdengar langkah kaki setengah berlari dari ruangan depan memburu kearah gue dan ternyata itu adalah ibu kost gue , terlihat kaget dan panik di langsung bertanya, Kenapa kamu De ?, sambil berdiri tepat diatas kepala gue yang saat itu masih tertunduk. Kepeleset bu, anak tangganya licin, sambil gue pegangi lutut kanan gue yang terasa sakit karena terbentur tiang. Bagian mana yang sakit?, tanyanya kembali.
Ini bu lutut dan paha kanan saya tadi pas jatuh terbentur tiang, kata gue sambil meringis dan menengadah ke atas melihat ke wajah ibu kost. Mata gue langsung terkesiap melihat wajah cantik nan ayu, meski nampak belum berhias tapi wajah itu nampak cantik seperti dewi dari khayangan. Bentuk wajah yang oval hidung mancung dan bibir tipis yang merah merekah, sekilas wajah itu mirip seperti almarhum Nike Ardilla.

Dalam hati gue berkata ternyata tubuh telanjang yang tadi pagi gue nikmati dari belakang memiliki wajah yang dapat membuat laki-laki bertekuk lutut, sungguh sempurna tuhan menciptakan dia, beruntung sekali lelaki yang dapat menikmati keindahan tubuh wanita ini. Tiba-tiba saja lamunan gue buyar ketika ada sesuatu yang menyentuh lutut gue , ternyata dia ingin melihat seberapa parah kaki gue yang cidera. gue hanya meringis meski cuma sekedar acting, karena rasa sakit tadi hilang dengan sendirinya ketika tangan dia mencoba untuk menarik ujung celana jeans gue . Tapi karena jeans yang gue pake ngepres maka dia cukup kesulitan karena cuma sampai betis gue aja yang kelihatan dengan bulunya yang lebat. Seakan tidak canggung lagi dia meminta gue untuk membuka celana karena dia ingin tau seberapa parah lukanya.

Seperti terhypnotis gue menuruti perintah dia, namun ada perasaan malu karena gue baru kenal dan takut kalau ada orang lain yang memeregoki. Ga apa-apa buka aja mas, biar lukanya bisa kelihatan dan gampang mengobatinya. sambil tangannya membantu menarik celana gue yang sebelah kanan. Setelah terbuka maka gue pun bisa melihat ternyata kaki kanan gue diatas lutut cuma memar doang.

Oh..ga begitu parah ko mas, cuma memar doang koq, nanti dikompres aja biar tidak bengkak, sebentar saya ambilkan obat kompresnya, kata dia sambil berdiri. Sewaktu dia duduk memegangi kaki gue tadi, gue sempet mencuri pandang kebagian dadanya yang besar, gue menebak pasti ukuran 36B. Apalagi dia hanya memakai daster yang hanya sebatas lutut dengan belahan dada yang rendah sehingga gue bisa dengan jelas melihat gunung kembar dia yang kelihatan membukit seperti jarang dijamah.

Dia berjalan menuju kamarnya untuk mengambil obat kompres, dari belakang gue melihat bongkahan pantat dia yang menonjol dan ketika berjalan dua bongkahan itu bergoyang-goyang nampak guratan cd yang dipakainya tergambar di bongkahan tsb. Tanpa diperintah si otong dah terasa tegang. Dia kembali dengan membawa obat kompres dan langsung duduk didepan gue , kembali pandangan gue dihadapkan dengan dua gunung kembar dia yang menggantung seakan mau tumpah. Dan yang lebih membuat jantung gue berhenti ternyata sekarang dia sudah tidak mengenakan BH lagi. Bahkan ketika dia membungkuk untuk mengoleskan obat kompres semakin jelas terlihat belahan dada dia dengan bukit kembarnya yang menyembul dan bergelantungan dengan putingnya yang kecoklat-coklatan. Apalagi posisi duduk dia yang sembarangan membuat daster yang dipakainya tersingkap sehingga paha yang sintal dan putih dengan dihiasi bulu-bulu halus yang pirang.

CD gue terasa sesak karena si otong tiba-tiba mengeras dan berdiri tegak menonjol, gue tengsin juga kalau seandainya dia melihat perubahan yang terjadi di selangkangan gue . Nafas gue makin ngos-ngosan ketika tangan dia mulai mengusap bagian yang memar terasa dingin sehingga paha gue yang memar berasa enakan dan rasa sakitnya pun berkurang apalagi jari jemari dia yang lentik menyentuh kulit paha.

Udah berasa enakan mas, tiba-tiba suara dia yang terasa merdu ditelinga membuyarkan pikiran kotor gue .
Enakkk..tante..!!! enaks banget tante!!! gue terbata-bata.
Loh koq jawabnya gitu..?? sambil memandang muka gue yang memerah, Duuuh Cantiknya ibu ini tanpa sadar terlontar begitu saja yang keluar dari mulut gue .
Oh maaf bu… ucap gue seakan sadar apa yang telah tadi gue katakan.
Ah bisa aja kamu, ya sudah coba sekarang kamu berdiri dan pake lagi celana mu. perintahnya seakan tidak mempedulikan permohonan maaf gue .
gue coba bangkit untuk mengenakan celana, namun tiba-tiba otot kaki gue terasa tertarik sehingga gue terhuyung-huyung dan hampir tejatuh. untung saja dengan sigap tangan dia menarik tangan gue sehingga badan gue terdorong ke arahnya. Dan secara kebetulan juga posisi berdiri dia kurang kuat sehingga tubuhnya terdorong oleh badan gue dan kami pun jatuh ke sofa depan TV dengan posisi berpelukan dan tubuh diapun tertindih. Terasa dada dia yang montok mengganjal di dada gue begitu kenyal, dan sewaktu gue terjatuh tadi celana yang akan gue pake pun terpental sehingga hanya cd gue yang sudah sesak karena si otong menyentuh kulit perut dia. Begitu lembut karena daster yang dia pakepun tersingkap sampai diatas perut dan terpangpanglah paha putih dia sehingga dengan jelas gue melihat gundukan di pangkal pahanya yang hanya terbalut sehelai kain sutra dan bulu-bulu yang menghiasi kemaluannya dapat dengan jelas terlihat, karena dia mengenakan cd model G-String warna merah.

Masih dalam posisi berpelukan gue merasakan hembusan nafas dia yang menyapu leher gue , terasa hangat dan tercium aroma yang menggairahkan. Selanjutnya kami saling pandang, matanya yang sayu seakan memendam hasrat yang bergejolak dan seakan akan menelanjangi gue . Tak sepatah katapun terucap dari bibir merahnya yang merekah. Hanya deru nafasnya yang memburu sehingga bukit kembarannya terasa menempel ke dada gue .

Secara naluri gue coba untuk lebih erat memeluk dia dan diapun melakukan hal yang sama sehingga tubuh kami pun terasa menyatu.

Dua mata saling memandang, hembusan nafasnya mulai tak beraturan, seakan terhipnotis, ketika dagu dia tengadah dengan bibir merah merekah sedikit terbuka. gue tau saatnya kini gue melanjutkan aksi gue atau gue akan menyesal seumur hidup karena menyia-nyiakan kesempatan ini. Dengan penuh keberanian gue kecup bibir merekah itu dengan penuh perasaan, dia nampak diam tak bereaksi, matanya terpejam sementara nafasnya kian memburu. Kembali gue lumat bibir merah dia, ahh..terasa manis dan kenyal, cukup lama juga gue kulum bibir merah itu, semula hanya bermain di bagian luarnya saja, karena gue merasakan ada sensasi tersendiri ketika bibir atas itu gue kulum. Ya..sebuah sensasi yang timbul karena bulu-bulu halus yang menyerupai kumis (kalau di laki-laki) ditambah segar dan harumnya mulut dia.

Masih dalam posisi berpelukan di sofa, kali ini gue mencoba lebih berani lagi memainkan lidah gue diantara rongga mulutnya, gue sapukan lidah gue menelusuri langit-langit mulut dia, kembali gue kulum dan sedikit dihisap lidah dia yang lancip di bagian ujungnya, kata orang tipe lidah begini yang bisa memberikan sensasi berbeda pabila kita berciuman. Benar saja ketika dia membalas kecupan gue dai mainkan juga lidah dia seperti ingin mengikatkan dengan lidah gue , saling mengulum saling memilin dan saling menghisap, seperti orang kesetanan dan sungguh tiada tara sensasi yang di hasilkan dari cara ciuman seperti ini.

Sesekali keluar juga desahan lirih dari mulut mungilnya, benar-benar seksi. Setelah cukup lama kami berciuman, kini kecupan bibir gue pindahkan ke arah leher dia yang putih dan jenjang, gue sapukan ujung lidah gue menelusuri bagian leher dia mulai dari dagu kearah telinga kiri, berhenti disitu, gue mainkan kembali lidah gue untuk mengulum ujung telinga dia, Ah……sssssst….akh…ssst…. hanya suara itu yang keluar dari mulutnya ketika lidah gue bermain diujung telinga dia. Kembali gue arahkan lidah gue kebagian leher dia yang sebelah kanan, seperti tadi dia tampak melenguh dengan mengeluarkan suara desahaan yang panjang….

Teruskan Ahmads…..kamu pintar ssssekali mencumbu waintaaa…..akh…ohhh. Bisik dia sambil menggaitkan tangannya keleher gue . Mendapat sambutan seperti itu gue makin pede lagi, gue tingkatkan kali ini serangan gue , gue serbu lagi bibir dia kali ini dengan gerakan yang lebih cepat dari tadi. Tangan gue yang dari tadi sama sekali tak bereaksi, kali ini mendapat gilirannya. Sambil gue mainkan lidah gue dibibir dan lidah dia, tangan gue mulai menelusuri kulit punggung dia, begitu halus dan dengan lembut pula jari jemari gue bermain menelusuri lekuk-lekuk tubuhnya. Mulai dari bagian punggung terus menjalar kebagian pinggang dan terus kebagian bongkahan pantat dia, gue remas dengan gemas sekali-kali gue remas dan gue angkat pantat itu, sambil tak hentinya lidah gue bermain dimulut dia.

Ketika tangan gue aktif meremas pantat dia yang kenyal seketika itu pula dia mendesah sambil membalas kecupan lidah dia dengan rakus. Rupannya titik bagian sensitif dia ada di bibir, leher dan bagian pantatnya. Karena kalau ketiga bagian itu gue serang dia nampak lupa diri dan semakin kencang juga erangannya. Ada perasaan takut terdengar sampai keluar atau ketika mbok inem datang dia bisa memeregoki apa yang tengah gue lakukan dengan ibu kost gue . Akhirnya gue mengajak dia untuk pindah ketempat yang lebih nyaman lagi. Malah dia mengajak gue untuk melanjutkannya di kamar dia.

Sesampainya dikamar, ternyata kamar itu cukup luas dengan penataan seperti kamar hotel bintang lima serba lengkap dengan lampu yang redup sehingga menambah suasana lebih romantis, padahal saat itu sekitar pukul delapanan. gue rebahkan tubuh mungil dia dengan posisi telentang seakan siap menerima serangan kembali dari gue . Dengan posisi seperti itu dia nampak cantik, rambutnya berserakan menutupi bantal yang dia gunakan untuk mengganjal kepalanya. Buah dada dia seakan membusung dengan nafas dia yang masih memburu sehingga dua gunung kembaran dia bergerak-gerak menunggu aksi berikutnya.

Dengan sengaja dia angkat kaki kanan dia menekuk sehingga daster tipis yang dia kenakan tersingkap memberikan pemandangan paha yang putih mulus dan gundukan bukit yang masih terbungkus g-string yang dia kenakan menunggu untuk gue daki. Melihat posisi dia yang sudah pasrah, gue coba mendekati tubuh itu dan duduk di sisi kasur sambil tangan gue mencoba untuk melepaskan daster dia, maka kini nampak tubuh setengah telanjang dia terpangpang jelas, begitu putih mulus dan bersih tanpa noda, dadanya yang besar ditambah bentuk pinggul dia yang menyerupai biola dan belum ada sedikitpun bagian yang keriput dari bagian tubuh dia, begitu kenyal dan sintal.
gue kecup keningnya dengan penuh perasaan seakan sudah lama gue mengenal dia kemudian pindah kebagian matagw mainkan sebentar dengan menyapu alis dan bulu matanya kemudian pipi dia dan terus ke bibir dia yang mengiurkan dan seakan tak bosannya gue untuk mencumbunya. Kali ini tangan gue berusaha untuk melepas kaitan yang Bra yang membungkus gunung kembarnya. Dengan sedikit usaha akhirnya terlepasa juga dan tersembullah gundukan daging yang kenyak dengan pentilnya yang berwarna kecoklatan yang sudah tegak berdiri siap untuk di hisap.

Sapuan lidah gue kini beralih keleher dan gue teruskan untuk turun kebagian dadanya yang memang dari tadi ingin gue santap. Dari belahan tengah lidah gue bergeser meneaiki tete dia bagian kiri sementara tangan gue kembali meremas dengan lembut bagian payudara dia yang satunya sungguh betapa kenyal payudara dia. Lidah gue dengan leluasa menghisap puting dia yang sudah mengencang seperti seorang bayi dengan lahapnya gue isap sekali kali gue tambah dengan gigitan kecil dan tak hentinya dari mulut dia keluar desahan seperti orang yang kepedesan.

Ohggg…ahkhhhh….kepalanya menggeleng-geleng dengan mata yang terpejam. Sungguh suatau pemandangan yang indah, karena dalam keadaan mengerang dan merintih seperti itu seorang wanita akan terlihat begitu cantik. Serangan gue kini ber alaih kebagian payudara yang sebelah kiri, dengan gerakan yang sama gue kerjain lagi bongkahan daging yang lembut dan kenyal itu.
Dan suara yang keluar dari mulut mungilnya pun semakin tak tertata. Kadang dia mendesah…kadang dia melenguh… sementara tangan dia mencari pegangan karena menggapai kemana-mana hingga sprai yang tadinya tertata rapi kini berantakan.
gue tahu bahwa dia sangat menikmati benar permainan yang gue lancarkan. Setelah puas mengerayangi dan menikmati sepasang payudara dia yang berukuran 36B, kini dengan terampilnya tangan gue beralih kebagian perut dan terus meluncur ke bagian bawah puser, dibagian itu tangan gue menemukan gundukan daging yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Dengan penuh perasaan dan dengan gerakan yang lembut gue coba bermain lebih konsentrassi lagi di situ. gue selipkan tangan gue di balik CD dia dan jari jemari gue menemukan bagian yang hangat dan berlendir. Jari tengah gue kini yang berperan, dibagian yang basah itu jari tengah gue kembali memainkan daging ekstra yang menyembul keluar dari belahannya, gue pilin dengan lembut. dan setiap gue pilin maka pinggul dia pun megikuti arah pilinan itu, masih dengan lenguhan dan desahan yang panjang yang keluar dari mulut dia.

Sekarang gue penasaran ingin melihat seperti apa seh bentuk bagian yang paling indah dari wanita itu ??? gue coba melepaskan tali cd dia dan dengan sedikit tarikat terlepaslah sudah kain yang menutupi gundukan mungil dengan bulu-bulu halus dia, Ah…alangkah indahnya bulu-bulu halus yang berwarna kecoklatan tersusun rapi sampai bagian tengahnya, dan dari bagian tengah ke bawah bulu-bulu itu tidak tumbuh lagi. sehingga daging ekstra yang mencuat dari belahannya begitu jelas terlihat kecil mungil tapi penuh arti.

Puas memandangi kini giliran gue menikmatinya, langsung gue sergap bagian ekstra daging yang berwarna coklat itu, gue coba mainka dengan lidah gue , maka desahan penuh kenikmatan pun kini terdengar lagi, makin lama makin kencang seiring gerakan pantat dia yang mengikuti gerakan lidah gue . Tercium aroma khas wanita namun ini lebih wangi rempah-rempah, lidah gue kini bermain di lubang kemaluan dia, gue gerakan dan coba untuk menembus belahan tersebut, namun agak susah karena ternyata lubang vagina dia masih tertutup rapat dengan belahan yang padat pula, hal serupa sangat mirip dengan kemaluan perawan. Makin penasaran gue dibuatnya dengan sapuan dan dorongan lidah gue yang coba gue julurkan lebih keras lagi akhirnya masuk juga lidah gue kebagian kemakuan dia yang dalam, nampak warna pink dan cairan berupa lendir yang keluar dan sudah berapa kali gue hisap. gue coba mainkan lidah gue dengan gerakan keluar masuk, makin lama gerakan pantat dia semakin tak beraturan, tangannya kini mencengkram kepala gue seakan ingin menenggelamkannya kedalam selangkangannya.

Rintihannya semakin menjadi jadi dan sekarang seperti menjerit-jerit kecil, Oh DimAhmadddds…aku….mau keluarrrrrr……ohhhhhhhhh….. Dan bersamaan dengan itu pula tangan dia lebih erat lagi mencengkram kepala gue dan kini mulut gue seakan tenggelam masuk ke bagian lobang vaginanya. dan dengan lenguhan yang panjang maka muncratlah cairan putih yang kental memenuhi lidah dan bibir gue terasa gurih dan asin dan tanpa jijik cairan itupun gue telan. Sementara cengkraman dia pun melemah sehingga gue bisa kembali bernafas.

Belum juga reda nafas gue tiba-tiba dia langsung menubruk gue dan seperti kesetanan dia menelentangkan gue , dan langsung meraih cd gue . Tanpa malu diperosoti dan dilemparkan begitu saja. Maka kini si otong yang dari tadi terhimpit oleh cd kini dengan leluasa tegak berdiri dengan ujung kepala yang mengkilap. Seperti terpana dia menatap kearah si otong dan dia pun bergumam penuh takjub,Hoo..ho…ternyata barang kamu panjang dan besar ya mas…. dan pasti banyak wanita yang bertekuk lutut di buatnya, selorohnya sambil menggenggam batang kemaluan gue yang berdiri keras mengacung. Sebenarnya saya belum pernah melakukan hubungan intim bu, jawab gue jujur. Dan memang jujur sebenarnya gue belum pernah melakukan yang namanya bersetubuh, tapi kalau hanya dihisap hisap seh pernah dulu sama pacar gue di SMA.

Masa iya seh Mas…Kamu belum pernah melakukannya??? Buktinya permainan kamu tadi sungguh dasyat sekali sampai-sampai saya keluar dua kali di buatnya. Selidiknya seakan ga percaya dengan apa yang gue ucapkan tadi.
Bener Ko Bu… gue coba meyakinkan dengan mimik yang serius. Ya udah kalo kamu belum pernah seh justru saya mengharapkan seperti itu, dan jangan kau panggil saya dengan sebutan ibu karena umur kamu dengan saya ga jauh beda ko cuma beda lima tahunan, jadi belum pantas kan kalau saya di panggil ibu. Biar lebih akrab kamu boleh panggil saya teteh atau apalah terserah asal jangan ibu, Ucapnya sambil terus memegang dan sambil mengelus-ngelus batang gue .

Di perlakukan seperti itu si otong semakin mantap berdiri tegak sambil mengacung ngacung. Dan gue pun menjawab,Iya …Bbbbbu….Eh…salah iya..ya…Teh, tadinya saya takut kurang ajar. Bukan jawaban yang dia berikan malah sekarang dengan lembutnya dia menciumi si otong, dari bagian kepala lidahnya menjulur menyapu batang tongkol gue hingga ke pangkalnya. Kemudian dia lakukan sebaliknya, sambil tak henti tangannya membelai jakar gue dielus-elusnya. Dan kini di coba masukan batangan gue ke dalam mulutnya, sepertinya tak cukup mulut dia untuk melukat bagian kepala gue yang seperti topi baja, karena terus terang gue termasuk cowo yang mempunyai peralatan super, rata-rata di atas ukuran normal orang Indonesia.

Disapukannya kembali lidah dia ke bagian topi baja gue , dan dengan ujung lidahnya dia mainkan kembali lobang kencing gue yang sudah mengeluarkan sedikit cairan. gue menikmati sekali permainannya, yang semula tadi dia pasrah menerima cumbuan dari gue sekarang malah sebaliknya dia menyerang gue kembali. Barang kamu barang super Mas, sampe-sampe mulut aku juga ga bisa muat utuk mengulumnya, celetuk dia sambil menatap keaarah gue yang sedang menikmati permainan lidah dia. gue hanya bisa mendesah ketika lidah dia kembali menyapu bagian batang gue dan kemudian dia beralih memainkan biji gue sambil sekali kali dia kulum dan dia cium kembali sambil jari jemarinya yang lentik mengocok batang kemaluan gue . Seperti anak kecil yang sedang memakan es krim itu lah pemandangan yang gue saksikan saat itu, tapi menimbulkan sensasi yang luar biasa sehingga kepala batang gue pun berdenyut-denyut.

Kamu dah mau ya Mas ? tanyanya dengan tatapan sendu.
Iya…. sahutku. Sekarang kamu bangun perintahnya. Setelah itu di kembali ber baring dan kini giliran gue beraksi untuk benar-benar melancarkan serangan terakhir gue . Dengan posisi ngangkang dia memegang dan mengarahkan batang kemaluan gue ke lobang kemaluan dia yang sudah basah oleh cairan dia sendiri. Cukup susah jg karena ketika gue coba tekan kemaluan gue malah tergelincir dan menyentuh pangkal pahanya. Pelan-pelan mas….sahutnya sambil kembali mengarahkan batang gue , kali ini gue berhasil menempatkan topi baja gue pas di lobang vagina dia, gue tekan sedikit cukup sempit namun karena cairan dia yang sudah keluar banyak ini menjadi pelicin untuk gue .
gue coba tekan sedikit masuk kedalam sampai leher batang, di memejamkan mata dan menggigit bibirnya. gue coba tekan lagi di bantu tangan dia yang membantu mendorong pantat gue . Akhhhhhh….dia merintih…kesakitan. Sakit ??? tanya gue lirih.
Iya nih habis barang kamu besar bangett…pelan-pelan ya… sahutnya ter bata-bata. Dengan penuh kesabaran gue coba menekan kembali sedikit demi sedikit batabg kemaluan gue hingga kini sudah masuk setengahnya, dia menjerit lirih tapi kali ini bukan sakit yang dia rasakan. gue coba menarik pelan pelan kemudian gue tekan kembali, hingga akhirnya dengan sedikit hentakan akhirnya batang gue bisa amblas kedalam vagina dia. Terasa hangat dan sempitnya seperti batang gue terjepit. Berheti sebentar kemudian gue mencoba memaju mundurkan kembali gerakan pinggul gue .

Masih terasa sempit lobang vagina dia, hingga ketika gue tarik batang gue maka bibir kemaluannya terbawa juga seperti mulut yang dimonyongkan. Demikian juga sebaliknya. Sementara gerakan pantat dia pun seirama dengan gerakan gue . Hampir sekitar lima menit gue coba gerakan mundur maju batang gue , dan gerakan diapun semakin liar saja bibirnya tak henti-hentinya meracau, makin lama gerakan gue pun makin cepat memompa dia dengan gerakan yang lebih leluasa lagi karena vagina dia yang semakin basah saja.

Dengan satu tumpuan tangan gue yang satu coba meremas payudara dia yang mengkel, sementara gerakan maju mundur seperti orang yang sedang menggergajipun masih tetap gue lakukan, hingga sampai pada klimaksnya tubuh dia mengejang, kaki dia menjepit pinggul gue dan tangan dia coba memeluk gue dengan eratnya sambil terus mengoyangkan pantatnya sementara gue coba menekannya lebih dalam. Terasa banget batang gue seperti terpelintir dan terkunci, hingga pada beberapa hitungan saja dia menjerit sejadi jadinya sambil terus memeluk, Ahhhh…..Ahmadssssss ayoooo sayangggg….. akuuu mau keluarrrrr….ahhhhhhhhkkkkhhhh….. dan akhirnya terasa ada cairan hangat yang keluar dari vagina dia membasahi kepala batang gue sementara batang gue yang menancap seperti terhisap hisap dan hal yang samapun terjadi seperti ada dorongan yang keluar dari tubuh gue dengan gerakan menekan pantat dia akhirnya, Ohhhhhhhh sayanggggg aku juga….mauuuuuuu……. Crooooot…Crooooot…Croooooooooooooooot….. cairan kenikmatanpun keluar muncrat didalam kemaluan dia, cukup banyak sampai-sampai kemaluan dia pun tak mampu menampungnya.

Pelukakan yang tadi terasa mengunci akhirnya terlepas dan dengan tubuh yang telanjang kamipun terkapar dengan senyum penuh kepuasan. Hingga terdengar suara lonceng dari jam kuno 10 kali berarti sudah tiga jam melakukan hubungan yang sebenarnya tidak dibenarkan oleh hukum apapun.

Sambil telentang mata gue menerawang kelangit-langit kamar, membayangkan peristiwa yang baru saja terjadi, seolah tak percaya karena begitu cepat semuanya terjadi. Padahal gue baru saja mengenal wanita ini yang nota bene adalah ibu kost gue sendiri meski sebelumnya gue cuma mengenal nama dia doang tapi pagi ini sungguh diluar dugaan, bukan hanya sekedar mengenal tapi sekaligus gue dapat menikmati keindahaan tubuhnya.

Kenapa kamu melamun Ahmad ? Tiba-tiba suara merdu itu mengejutkan gue . Ngga melamun koq teh, saya cuma heran saja, kenapa semua ini terjadi begitu cepat ? gue balikan tubuh gue menghadap ke dia.
Ah jangan terlalu dipikirkan, yang sudah terjadi biarlah terjadi. Bukankah kamu juga menginginkan hal ini? Tanyanya lagi.
I..i..iya… gue terbata-bata.
Apakah kamu menyesal Mas? selidiknya.
Menyesal seh….? Jawab gue sepontan. Menyesal ??? Menyesal kenapa??? Potongnya.
Menyesal kenapa ga dari tadi shubuh aja kita lakukan hal ini….!!! jawab gue sambil mencubit paha mulusnya.
Ihhh…dasar anak nakal….Teteh juga tau tadi pagi sewaktu teteh mandi kamu sempat ngintip kan? selidiknya.
Ngga sengaja…..tapi sayang juga untuk dilewatkan…mubajir..Seloroh gue sambil gue coba tuk mengecup keningnya.
Tuh kan…untung aja Bi imas ga ada dirumah, coba kalo ada ? Katanya lagi.
Mang bi Imas kemana teh? tanya gue kembali.
Semalam dia pamit pulang ke Garut, orang tuanya sakit katanya baru seminggu balik lagi kesini. Jawabnya.
Wah…kebetulan dong. Celetuk gue sambil beranjak tuk ngambil celana jeans gue . kaki kanan gue yang memar sudah tidak berasa lagi sakitnya. gue nyalakan sebatang rokok sampurna Mild yang gue ambil dari saku celana gue .
Mas…boleh teteh minta rokoknya?. gue sodorkan sebatang dan dia langsung menghisapnya. Akhirnya sambil merokok dan minum kopi di kamar dia, kami terlibat obrolan panjang lebar dari mulai masalah keluarga sampai kemasalah pribadi.

Dari obrolan tersebut gue jadi tau ternyata teh Merry adalah salah seorang istri muda dari seorang pengusaha kaya di Jakarta, dan ternyata perbedaan usia antara teh Merry dengan suaminya berbeda sekitar 32 tahunan, teh Merry sendiri saat ini baru berumur 24 tahun. Perbedaan usia yang sangat mencolok. Namun karena dia dijodohkan orangtuanya maka dia mau saja dinikahi oleh lelaki yangsebenarnya lebih pantas menjadi bapaknya. Baru setahun mereka menikah dan belum dikaruniai keturunan. Namun semenjak menikah teh Merry belum pernah meraskan kepuasan bathin meski untuk kebutuhan lahir serba kecukupan. karena kesibukan suaminya mengurus perusahaannya maka teh Merry jarang sekali ketemu dengan suaminya tersebut. Kadang sebulan sekali bahkan sampai tiga bulan lamanya Teh Merry ketemu suaminya, itu juga kalau pas suaminya ada urusan ke Bandung itu juga hanya beberapa jam saja.

Yah udah jadi nasib teteh kali mas…teteh harus menjalani hidup begini, kadang teteh juga suka iri dengan temen-temen teteh, meski hidupnya serba kekurangan tapi mereka bisa hidup bahagia dengan rumahtangganya. Helanya dengan nada yang getir.
Melihat demikian gue jadi ga tega, gue peluk dia dari belakang. sudahlah teh jangan sedih begini dong…kalau teteh butuh teman, saya siap melayani teteh kapan pun. Bisik gue sambil gue kecup kembali daun telinga dia kemudian merambah keleher dia yang jenjang.

Tangan gue kembali beraksi, gue remas payudara dia dari belakang.
Teh Merry membiarkan saja gue meraba-raba sepasang buah dadanya yang montok ranum. Lengkap dengan putingnya yang kemerahan tegak menantang ke atas. Puting itu bergetar-getar, seirama dengan gerakan-gerakan bukit indah itu. Dan gue meremasnya dengan lembut. Lembut sekali. Penuh perasaan.

Teh Merry merengek manja. Menggeliat sambil merintih. Matanya meredup. Oukh, telapak tangan gue terasa hangat dan seakan-akan mengandung magnit. Membuat dia jadi terangsang kemabali. Tangan gue masih juga meremas. Berpindah-pindah. Puas sebelah kanan. Beganti dengan sebelah kiri. Bervariasi dengan tekanan-tekanan yang romantis. Mendatangkan rasa geli-geli dan nikmat. Oukh, Ahmaddddss! Hmmnrhhh . . . sssh, akh! ujar Teh Merry sambil membusungkan dada yang sedang diremas gue , agar dia lebih dapat meresapkan rasa geli-geli nikmat itu.
gue memang pintar menaikkan rangsang perempuan sedikit demi sedikit. Bukan hanya tangannya saja yang pintar bermain. Tetapi juga hidung dan mulut gue . Hidung gue menciumi permukaan payudara yang padat dan montok itu. Bentuknya sangat indah. Membuat gemas. gue ciumi sepasang payudara itu secara bervariasi. Sebentar keras dan sebentar lembut. Dan darah yang mengalir di tubuh dia semakin deras saja!

Ahmadss !! Kamu pintar juga bercinta ya! Jangan-jangan banyak juga yang jadi korbanmu tanya Teh Merry ditengah-tengah napasnya yang terengah.

Tidak sering, Teh. Baru kali ini saja. ujar gue sambil membuka mulut dan memasukkan puting buah dada yang merah kecoklatan itu.

Auww . . . !! Dia menjerit lirih. Dan perempuan itu menggelinjang-gelinjang, bilamana puting buah dadanya gue kulum. Dan untuk kesekian kali, Teh Merry harus mengakui, bahwa kuluman bibir gue sangat berbeda dengan kuluman bibir lelaki-lelaki lainnya. Hsssh, akh! Terus, Ahmadddds! Terussss, sayangghhh . . . !! Hmmmhhh . . . !! dua telapak tangan dia mengerumasi rambut gue sambil menekankannya.
gue semakin terangsang. Sungguh nikmat puting buah dada itu. Dikulum…. Dilepaskan…. Dikulum. Dilepaskan lagi. Berganti-ganti kanan dan kiri. Dikulum lagi, dilepaskan lagi. Berulang-ulang dengan tak bosan-bosannya. Dan puting itu semakin tegang lagi. gue melakukannya bervariasi. Sebentar lembut dan sebentar keras. Dan rasa geli bercampur kenikmatan semakin terasa. Oukh, Ahmadsss! Teruskan, sayanghhh . . . !! Sssh ennnak, Ahmadddds!!! mulut dia mendecap-decap seperti orang kepedasan. Tersendat-sendat. Dan buah dada dia semakin keras, pertanda perempuan itu kian terangsang. Lebih-lebih bilamana gue menggeser-geserkan di antara gigi gue . Nikmat! Dan napas dia pun turun naik. Ahmadsss!! Keras, dikit! Ya, ya. gitu. Aukh, Ahmadss! Kok enakkkh, sihhhh ! dan diapun merintih-rintih.
gue semakin bersemangat saja. Digigit-gigitnya pentil susu yang kenyal itu. Dihisapnya. Lalu dijilati dengan bernafsu. Sebentar gue tinggalkan, puting itu. Lalu gue coba mengecupi buah dada ranum itu bertubi-tubi. Lalu kembali ke pentil susu .yang siap menanti. gue hisapnya lagi. Trus gue gigit. Dikulum-kulum Lalu gue lepaskan lagi. Sementara tangan dia tak menentu mengerumasi rambut gue yang tebal, sehingga rambut gue itu menjadi acak-acakan.

Lama juga gue mencumbu sepasang susu yang indah menggiurkan itu. Demikian pula dengan ketiak perempuan itu. gue tak mau membiarkan menganggur. Ketiak Teh Merry berbulu lebat. Sesuai dengan selera gue . gue memang paling senang dengan perempuan yang cantik yang ketiaknya berbulu lebat.

Ciuman gue beralih ke ketiak perempuan itu, lalu menurun sampai ke pinggang sebelah kiri. Naik lagi ke ketiaknya, menurun lagi sampai ke pinggangnya. Demikian berulang-ulang. gue juga menggunakan ujung lidahnya untuk menjilatjilat sambil menggigiti keras dan lembut. Uukh, Ahmads! Kamu sungguh pintar membahagiakan perempuan . . . !!! bisik Teh Merry terputus-putus.

Permainan lidah gue terus dengan gencar menyerang tempat-tempat di tubuh dia yang sensitip. Dijilatinya tubuh dia yang licin dan langsing. Pusarnya menjadi sasaran ciuman gue berulang-ulang. Sambil berbuat demikian, tangan gue membelai-belai kedua paha dia yang masih terkatup.

Teh Merry sudah gemetar tubuhnya. Panas dingin. Ketika dia menengok ke bawah, pandangannya beradu pada sesuatu di antara kedua paha gue . Benda itu sejak tadi menggodanya. Dia menurunkan tangannya. Digenggamnya batang zakar gue yang aduhai. gue yang sedang sibuk menciumi sedikit di bagian bawah pusarnya sempat tertahan. Oukh. Teh . . . ! kata gue . gue merasakan kwkaguman dia pada benda yang digenggamnya, yang baru separuh tegang, hangat dan besar. Rupanya dia sangat Senang sekali menggenggam seperti itu.

Sabar ya Teh! bisik gue . Nanti Teteh boleh berbuat apa saja terhadap punyaku. Tetapi sekarang, aku sedang ingin mencumbu tubuh teteh. Seluruh tubuh teteh! Kurang leluasa kalau teteh menggengam punyaku begini!

Apa boleh buat. Meskipun kelihatanya dia masih ingin menggenggam batang zakar gue yang luar biasa itu, terpaksa dilepaskan. Maka kini dengan leluasa gwmelakukan aktifitas.

Dan hmmm…. gue menahan napas bilamana pandangan gue tertuju ke selangkangan dia. Bagian itu gompyok ditutupi rambut yang tebal keriting. Hmmh! Rambut kemaluan dia bukan main lebat dan ikal. Menghitam! Kata orang, semakin tebal rambut kemaluan perempuan akan semakin enak kalau digituin. Dan sekarang, secara jujur, gue harus mengakui, bahwa baru kali ini gue mendapatkan perempuan yang rambut kemaluannya setebal dan selebat dia. gue menelan ludah. Jika menuruti nafsu, tentu saja seketika itu juga gue akan membenamkan batang kemaluan gue yang sudah kian tegang, ke belahan daging hangat di balik rimbunan hutan lebat itu. Tetapi gue ingin lebih lama lagi memanjakan dia yang belum pernah terpuaskan oleh suaminya yang tua bangka itu.

Jari jemari gue coba untuk menggerai-geraikan rambut kemaluan yang tebal, panjang dan keriting itu. gue ditekan-teka. Lalu gue ciumi. Kadang-kadang gue coba menariknya. Diapun merasakan kemesraan amat sangat. Secara naluriah, pahanya mulai membuka sedikit demi sedikit. Dan Jari-jari tangan gue pun bermain-main di pebukitan itu. Hmmh, mesranya! Selangit!

DimmAhmadddd !! teh Merry merintih.
gue coba menguakkan bibir-bibir kemaluan dia. Hmm, tampak bagian dalamnya yang kemerahan. Sangat indah menawan. gue telan ludah gue sendiri. Beginilah kiranya kemaluan perempuan. Dengan mesranya, gue meraba-raba vagina yang indah itu. Merah dan licin. Pada bagian atas, pada pertemuan antara dua bibir, tampak sekerat daging kecil. Nyempil sendirian. Tidak berteman. Sungguh kasihan. gue pun memandangi sepuas-sepuasnya panorama indah mengesankan itu. Teh Merry memijit hidung gue agak kuat. Oukh, Ahmad! Mengapa cuma melihati saja?! Memangnya punyaku barang tontonan!
gue tersenyum. gue jadi tau bahwa dia sudah kepingin sekali dikerjai vaginanya. Padahal gue masih ingin lebih lama memandangi. Dengan mesra, jari-jari gue menyentuhnya. Dia tergelinjang. Wow! Hmmh, Ahmaddddss!! Ss sh, akh! Dia menggeliat. sementara Jari gue terus juga bermain. Mengutik-utik kelentit yang nyempil aduhai.

Tangan gue gw tempatkan di antara kedua paha dia yang sudah mengangkang. Liang vagina yang sebaris dengan sibakan bibir inilah yang dapat menjepit dan memberikan kenikmatan kepada zakar. Lagi-lagi tangan gue menyentuh kelentit yang cuma sekerat itu. Dan lagi-lagi dia bergelinjang. Nikmatnya bukan main.Oukh, geli, Ahmads! Geliiiii! Sssh, akhh . . . !! Dia pun merintih-rintih.

Tidak puas dengan hanya menyentuh dengan tangan saja, bibir-bibir kemaluan yang ditumbuhi rambut itu, gue coba kuakkan lebih lebar lagi. Kedua kaki Aningsih kini telah mengangkang selebar-lebarnya, menekuk ke atas. Sekarang, bagian dalam kemaluan itu telah terpampang selebar-lebarnya. Terbebas sama sekali. Sedetik kemudian, dia terpekik: Awww . . . ! Tubuhnya tersentak ke atas. Ketika hidung gue coba gue benamkan ke dalam belahan daging yang aduhai itu. DimmAhmads . . . !! Uf ! Ssssh ennnakhhh, Bennn!! Dia merintih-rintih sambil menekankan belakang kepala gue dengan kedua tangnnya. Maka hidung gue mulal menggusur ke sana-ke mari. Seperti akan membongkar seluruh bagian vagina miliknya. Kaki diapun menendang-nendang ke atas, merasakan kenikmatan tidak bertara. Dengan giatnya gue terus menciumi Vagina dia yang menyebarkan aroma yang segar merangsang!

Oukh, Ahmadddd! Enak . . . enak . . . enak, sayangghhhh! Teruskan, Ahmad! Ayo, lebih cepat .dikit. Hmmmh….! Terus, sayang. Terus, terus, akhhhh !!
Mata dia merem melek. Kepalanya terlempar ke sana-ke mari. Lehernya menggeleyong-geleyong. Ahmad! Kamu senang menciumi punyakuuuu . . . ?!! Shhh . . . !!! tersendat-sendat suara teh Merry.
iya teh…. aku suka sekali dengan vagina teteh Ujar gue tersendat. Dan lidah gue pun terus menjilat dan menjilat. Menyapu-nyapu kelentitnya. Benar saja! Kelentit itu semakin tegak, menandakan dia telah terbakar oleh nafsu birahi. Kedua kaki dia pun terus menyentak-nyentak ke atas. Pantatnya diangkat dan digoyang-goyang. Oukh, sungguh, permainan yang mengasyikkan.

Akhhhmadddd!!! Hhhssshh. Hmmm . . . hmmmhhh! suara dia menggeletar. Badannya nienggeliat-geliat tak menentu. Tubuhnya menggelepar-gelepar, bilamana ujung lidah gue mengait-ngait dan menusuk-nusuk liang vaginanya yang terasa liat. Sentuhan-sentuhan lembut vagina yang berdenyut-denyut itu kian membakar nafsu birahi. Dan tiba-tiba dia mengejang. Ahmadddd . . . !! Sssh ! Akkkhhhuuu tak kuaattsss, sayaugghh . . . !! Dia merentak-rentak.

Ayoh, Teh! Keluarkan! Aku sudah siap menerima! ujar gue yang masih terus juga dengan bersemangat menusuknusuk vaginanya dengan ujung lidah gue .

Iyyaa, Ahmads! Akhhhu shhi . . . aukhh! Ahmads! Ennnakkhhhh, Dia semakin meronta-ronta bagaikan kesetanan. Berbarengan dengan jeritannya yang menyayat, Dia mengangkat pantatnya tinggi-tinggi dan menekankan belakang kepala gue sekuat-kuatnya, sehingga tanpa ampun separuh wajah gue terbenam sedalam-dalam ke bagian dalam kemaluannya. Bertepatan dengan itu pula, menyemprotlah cairan hangat dan licin. Kental. Menyiram di lidah gue yang terus menusuk-nusuk lobang vaginanya.
gue memang sudah siap menerima, bagaikan kesetanan, menghirup habis cairan yang banyak sekali itu. Terus dijilat dan disapu bersih, masuk ke kerongkongan. Sudah tentu dia semakin berkelojotan, dikarenakan rasa nikmat yang luar biasa sekali. Sampai akhirnya tetes cairan yang terakhir. Tubuh perempuan itu melemas. Sedangkan gue sendiri, merasakan pula nikmat luar biasa ketika mereguk cairan licin itu. Cairan kenikmatan Teh Merry gurih sekali, lebih gurih dari pada segala yang paling gurih di dunia ini !
gue masih tertunduk sambil menjilati sisa-sisa cipratan cairan teh Merry yang melekati pinggiran bibirnya. Tiba-tiba dia melompat dan memeluk gue kuat-kuat. Oukh, Ahmad! Terima kasih, sayangl Kau hebat! Jantan! Kau mampu membuat teteh bahagia, kebahagiaan yang baru pertama teteh dapatkan seumur hidup teteh! Sembari dia menciumi bibir gue bertubu-tubi.

Terus terang selama teteh menikah dengan suami teteh, teth baru pertama kali ini mengalami yang namanya kepuasan seks. Jujur saja suami teteh sebenernya sudah tidak bangun lagi, sehingga teteh mencari kepuasan dengan dildo yang dibelikannya. Katanya biar teteh tidak selingkuh. Ujarnya kembali.

Tiba-tiba dia mendorong gue hingga tergelimpang di atas kasur. Kamu sudah mengerjai punyaku! Sekarang, ganti aku yang mengerjai punyamu! ujarnya yang segera menyergap selangkangan gue .

Auwww . . . ! gue menjerit kaget.

Namun dia tidak menghiraukan. Dengan mesranya dia membelai-belai batang kemaluan gue yang bukan main luar biasa besar dan panjangnya. Demikian pula dengan kepalanya yang berkilat dan membengkak. Oukh, punyamu hebat sekali, Mas! besar dan panjang. Hmmhh . . . !!! Dia pun terus juga membelai sambil sesekali menggenggam. Mulai dari pangkalnya yang dipenuhi rambut lebat sampai ke ujungnya yang berkilat dan membengkak, berbentuk topi baja.

Kamu suka pada punyaku, Teh?! tanya gue sambil membiarkan dia mengeser-geserkan zakar gue yang hebat itu ke pipi dan matanya.

Suka sekali, Ahmad! Tetapi ugh! Punyamu besar banget. Bengkak! Aku jadi negeri!

Ngeri kenapa?!

Ngeri kalau-kalau vaginaku sobek dan rusak!
gue cuma tertawa kecil. Tak lama kemudian gue merasakan geli dan nikmat bukan main ketika dia menciumi zakar gue yang semakin membengkak. Rasa geli yang nikmat semakin merajalela dan Tubuh gue semakin kejang. Mata gue membeliak-beliak. Hmmh, teh…! Sssh . . . ! mulut gue mulai merintih-rintih.

Sambil menciumi, dia memijit-mijit batang bazoka yang keras bagaikan tonggak itu. Dan Menjadikan dia gemes. Ujung lidah menciumi benda aduhai itu. Benda yang dapat memberikan kenikniatan luar biasa kepada wanita. Alat vital gue yang digenggamnya itu semakin membengkak dan semakin memanjang lagi. Diapun semakin gemas bukan main, semakin tak tahan. Segera dia menempatkan dirinya sebaik-baiknya diantara kedua kaki gue yang tertekuk. Kedua paha gue terlentang selebar-lebarnya, sehingga tangan kanan dia menggenggam alat vital yang kencang itu, tangan kirinya memhelal-belai rambut kemaluan gue yang tebal dan ikal, tumbuh sanipai ke pusar. Merinding bulu-bulu roma gue bilamana dia menciumi seluruh batang dan kepala kemaluan yang luar biasa itu. Bukan main. jari jari dia hampir tidak muat menggenggam alat vital yang luar biasa itu. Memang inilah yang sangat disukainya. Diapun yang semakin gemas segera menjulurkan lidahnya, menjilat batang kemaluan gue . Lalu dingangakannya mulutnya dan Ahmadukkannya bazoka luar biasa itu. Keruan saja gue nienggelinjang kaget namun nikmat. Ouw, Teh! Hmmh . . . enak sekali, Teh! gue merintih. Kedua kaki gue terangkat naik dan menyepak-neyepak ke atas.

Mendengar rintihan gue , dia jadi semakin bersemangat. Kepala bazoka yang berbentuk topi baja itu dikulumnya. Digigitnya. Tingkah dia tidak ubahnya, bagaikan seseorang yang mendapat makanan lezat. Nikmat sekali. Sampai matanya terpejam-pejani. Air liurnya menetes-netes. Kepala yang berbentuk topi baja itu sangat hangat dan. kenyal. Demikian pula halnya dengan gue . Kunyahan-kunyahan mulut dia, gue rasakan sangat nikmat dan merangsang nafsu gue . gue kembali merintih-rintih. Kedua kaki gue semakin menyepak. Mata gue mebeliak-beliak, sehingga hanya putihnya saja yang tampak. Dia pun kian bersemangat. Sekarang, bukan hanya kepalanya saja yang dikulum dan digigit, tetapi seluruh batang kemaluan yang perkasa itu. Semntara itu, kedua telapak tangannya tidak tinggal diam. Sementara mulutnya mengulum, tangannya menarik-narik rambut kemaluan gue yang luar biasa lebarnya. Dan tangan yang satu lagi mempermainkan sepasang biji gue .

Enak, Ahmad . . . ?! tanya dia ditengah-tengah kesibukannya.

Enak sekali Teeehhhh. Ennaaakkkh !!! gue berusaha menyahuti tersendat-sendat.

Dia masih terus juga melalap senjata yang luar biasa itu. Demikianlah secara beraturan, kepala dan batang zakar gue keluar masuk mulutnya. Pada waktu masuk, mulut dia sampai kempot. Sedangkan pada waktu keluar sampai monyong. Semakin lama semakin cepat. Tubuh gue kian gemetar. Tanpa sadar jemari gue mencengkeram rambut dia kuat-kuat. Sementara rintihan . . . rintihan gue semakin menghebat, sementara dia kian gencar menyerbu menggebu-gebu. Akhirnya, gue pun menjerit histeris. Pantat gue , gue angkat tinggi-tuiggi, sedangkan kedua telapak tangan gue menekan belakang kepalanya kuat-kuat. Dan batang serta kepala kemaluan gue pun membenam sedalam-dalamnya, merojok sampai ke tenggorokannya. Dengan bersemangat sekali, tangan dia pun mengocok pangkal kemaluan gue dengan cepat dan mesra. Dan tanpa ampun lagi : Crroott! Crrrroooottss! Crrottttsssss . . . !!! menyemprotlah cairan kental dari dalam batang kemaluan yang berdenyut-denyut dengan dahsyatnya. Daya semprotnya luar biasa sekali. Tubuh gue menggigil. Dia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dengan nikmat sekali disedotnya batang kemaluan gue . Maka tanpa ampun, bergumpal-gumpal cairan kenikmatan gue , tertumpah semuanya ke dalam mulut dan tenggorokannya. Mata dia sampai terpejam-pejam, menelan seluruhnya sampai tetes terakhir. Oukh, Tehhhhh. Kau sungguh hebat! bisik gue .

Dia hanya tertawa sambil menyeka mulutnya yang sebagian masih dibasahi sisa-sisa cairan kental. Bagaimana, Ahmad?! Enak?! tanyanya.
Luarrrrr Biasa teh, kamu sungguh hebat. Ucap gue Gimana Ahmads . . . ! mata dia berkejap-kejap. Punyaku sudah ingin sekali menduki punyamu. Dan diapun melirik ke selangkangan gue yang masih tegang mengacung.

Kita istirahat dulu sebentar ya, sayang! bisik gue sambil membelai rambut dia yang hitam.
Selang beberapa lama setelah ngobrol panjang lebar akhirnya kami mandi bareng di kamar mandi yang berada di kamar dia. Dan tentunnya sambil membersihkan badan kamipun mengulangi kembali permainan tadi seakan tiada bosannya layaknya sepasang pengantin baru.

Selesai mandi dia pun berpamitan katanya tadi suaminya nelpon nyuruh dia ikut ke kota Tasik karena ada urusan bisnis disana. “Ahmad…teteh pergi dulu ya, kamu baik-baik aja dirumah selama teteh pergi dan jangan macam-macam, teteh paling tiga hari disana nemenin bapak ngecek anak perusahaannya yang baru. Kalau ada keperluan kunci aja rumah dan di kulkas masih banyak persediaan makanan jadi kamu ga usah repot beli keluar tinggal masak aja.” Ujar dia sambil merapikan pakaiannya. Nampak cantik sekali seperti gadis ABG. “Iya teh….”. Jawab gue seperti anak kecil yang mau ditinggal pergi oleh ibunya.

Akhirnya dia pergi dengan mobilnya meninggalkan gue yang bengong sendirian dirumah. gue liat jam baru jam satu siang, mau pergi keluar males lagian temen-temen gue kan masih kuliah. Akhirnya gue masuk kekamar sambil tiduran merasakan rasa letih karena tadi habis bertempur habis-habisan! begitulah Cerita Dewasa Ngentot Tante Kost yang Seksi dan Hot ini nanti akan gw lanjutkan ke part 2 cerita sex 17 tahun ini Ok! tunggu aja di disini di situs special cerita sex and cerita dewasa indonesia ini


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
Random Posts :

Comments are closed.

43 queries 0.329 seconds
Protected by xSeksi